Purwokerto — Upaya memperkuat kapasitas analisis strategis kader dalam memahami gerakan dakwah Islam kontemporer menjadi tujuan utama diselenggarakannya Diskusi Panel Daurah Marhalah 2 (DM 2) oleh Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Purwokerto, Kamis (5/2/2026), di Balai Diklat Baturaden. Dalam kegiatan ini, PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto turut ambil bagian sebagai salah satu narasumber.
Kegiatan yang mengangkat tema “Studi Gerakan Dakwah Islam Kontemporer dalam Strategi Dakwah” ini merupakan bagian dari proses kaderisasi menengah KAMMI yang diikuti oleh kader dari berbagai wilayah. Diskusi panel dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan memahami, membandingkan, dan menganalisis strategi dakwah ormas Islam di Indonesia secara objektif, kritis, dan kontekstual. Melalui pendekatan komparatif, peserta diarahkan untuk tidak hanya mengenal profil organisasi, tetapi juga mampu membaca gagasan, fokus isu, serta metode dakwah yang berkembang di tengah dinamika masyarakat.
Dakwah sebagai Proses Strategis dan Kontekstual
Al Irsyad Al Islamiyyah diwakili oleh Agus Tardian, M.Pd., dari Lajnah Dakwah dan Kaderisasi PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Kehadiran Al Irsyad dalam forum ini dimaksudkan untuk memberikan perspektif dakwah yang menekankan pemurnian akidah, rasionalitas keislaman, serta pendidikan sebagai instrumen utama dalam membangun kualitas umat.
“Dakwah hari ini menuntut pendekatan yang lebih strategis dan berbasis ilmu. Pemurnian akidah dan penguatan pendidikan menjadi kunci agar umat memiliki pijakan yang kokoh di tengah arus informasi keagamaan yang sangat cepat,” ujar Agus Tardian saat menyampaikan materi.
Diskusi panel ini juga menghadirkan Dr. Asep Daud Kosasih, M.Ag., dari Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani PD Muhammadiyah Banyumas, serta Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, S.S., M.Pd., Wakil Ketua Tanfidziyah PC NU Banyumas. Ketiga narasumber memaparkan karakter dan strategi dakwah organisasi masing-masing, mulai dari pendekatan kultural, struktural, hingga ideologis, dalam merespons tantangan dakwah Islam kontemporer di Indonesia.
Diskusi yang berlangsung dari pukul 13.15 hingga 15.30 WIB tersebut berjalan dinamis dengan partisipasi aktif peserta. Para peserta mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai keragaman strategi dakwah Islam, sekaligus didorong untuk mengembangkan cara pandang yang lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan pendekatan antar-gerakan.
Kehadiran Al Irsyad Al Islamiyyah dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penguatan dakwah Islam yang berlandaskan kemurnian ajaran, kecerdasan intelektual, serta kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang beradab dan berkemajuan.






