Purwokerto, Ahad 12 April 2026 Ratusan perempuan yang tergabung dalam Wanita Al Irsyad Al Islamiyyah memadati Aula SD 1 Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Mereka datang dari berbagai penjuru Purwokerto dan sekitarnya untuk menghadiri Haflatul Eid dengan mengusung tema “Dari Maaf Menjadi Berkah”, sebuah momentum silaturahmi yang sarat makna spiritual dan sosial.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara. Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu, remaja putri, hingga pengurus senior tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Haflatul Eid ini menjadi ajang temu lintas generasi sekaligus ruang mempererat ukhuwah Islamiyah setelah bulan Ramadan.
Ketua Panitia Haflatul Eid, Ustadzah Eva Bawazier, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh hadirin. Ia menekankan pentingnya kehadiran peserta sebagai bagian dari keberhasilan acara.
“Ibarat panggung tanpa penonton, apa arti kami tanpa kehadiran kalian,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi kepada para senior atas kontribusi dan keteladanan, serta kepada generasi muda yang menghadirkan semangat dan energi positif.
Menurut Eva, tema “Dari Maaf Menjadi Berkah” bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa setiap permohonan maaf yang tulus dapat menjadi pintu keberkahan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Dari maaf menjadi berkah. Dari kata maaf yang tulus semoga lahir keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Sementara itu, Ketua Wanita Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Ustadzah Rodliyah Ali Sunkar, mengajak peserta untuk meneladani perjuangan para pendahulu. Ia menuturkan bahwa eksistensi perempuan dalam organisasi tidak terlepas dari perjuangan panjang generasi sebelumnya.
“Berkat perjuangan jiddah-jiddah kita, yang dengan gigih berjuang bersama putra-putri mereka, hari ini wanita bisa memiliki peran dan bahkan aset,” ujarnya.
Rodliyah juga menegaskan bahwa Wanita Al Irsyad telah hadir bahkan sebelum masa kemerdekaan, dengan berbagai program yang memberi manfaat luas bagi umat. Ia berharap generasi ibu muda dan putri-putri dapat melanjutkan estafet perjuangan tersebut.
“Wanita Al Irsyad akan maju apabila generasi penerusnya memiliki semangat untuk terus memperjuangkannya,” kata dia.
Penasehat Wanita Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Ustadzah Thurayyah Faris, menambahkan bahwa seluruh amal kebaikan yang dilakukan para anggota merupakan investasi akhirat. Ia mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam setiap langkah.
“Semua semangat dan shodaqoh yang ibu-ibu berikan adalah bekal yang sedang kita siapkan untuk yaumil akhir. Semua berangkat dari keikhlasan,” ujarnya.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Ali Abdul Aziz. Dalam ceramahnya, ia menguatkan makna tema yang diangkat dengan menekankan pentingnya memaafkan.
“Memaafkan adalah perkara utama. Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk selalu memaafkan, bahkan ketika disakiti dan dikucilkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa memaafkan bukan hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga pada ketenangan batin. “Hidup akan terasa ringan apabila kita memaafkan dan tidak menyimpan dendam dalam hati,” ujarnya.
Kegiatan Haflatul Eid kemudian ditutup dengan sesi saling bersalaman, yang menjadi simbol saling memaafkan antar peserta. Suasana haru terasa saat para ibu saling berpelukan dan bertukar doa.
Acara dilanjutkan dengan makan bersama yang semakin mempererat kebersamaan. Melalui Haflatul Eid bertema “Dari Maaf Menjadi Berkah” ini, Wanita Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto meneguhkan komitmennya untuk terus membangun kebersamaan, memperkuat nilai keikhlasan, dan menghadirkan keberkahan dalam setiap langkah perjuangan.






