Loading...

Loading...

Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto

Terdepan dalam Akhlak Mulia

  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img

Get In Touch

30 Tahun Krisis Air Bersih, Warga Sabrang Kidul Menanti Sumur Bor

Banyumas — Selasa, 21 April 2026 Krisis air bersih masih menjadi persoalan utama warga Dusun Sabrang Kidul, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok. Sebanyak 47 kepala keluarga hidup dengan keterbatasan air selama puluhan tahun. Warga terus berharap hadir solusi melalui pembangunan sumur bor.

Selama 30 tahun, warga belum pernah menerima bantuan sumur bor. Mereka mengandalkan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan harian. Saat kemarau datang, sumur sering mengering dan warga kesulitan mendapatkan air.

Kondisi itu memaksa warga menggunakan Sungai Tunggulun untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi. Untuk air minum, warga membeli air galon. Beban itu terasa berat karena mayoritas warga bekerja sebagai buruh harian.

Sebagian warga bekerja sebagai penderes. Sebagian lain menjadi petani dengan penghasilan tidak tetap. Keterbatasan ekonomi membuat warga sulit membangun sumber air mandiri. Karena itu, sumur bor menjadi harapan besar masyarakat.

Ketua RT 5/6 Riswanto mengatakan persoalan air bersih menjadi kebutuhan mendesak di wilayahnya. Warga selama ini bertahan dengan kondisi terbatas. Namun kebutuhan air terus meningkat setiap tahun.

ace81468-d267-49cc-b9b5-88785bddac76.jfif 145.38 KB

Air Bersih untuk Warga dan Mushola

Saat kemarau panjang datang, kesulitan air tidak hanya dirasakan rumah tangga. Mushola Al Bashit juga menghadapi masalah serupa. Tempat ibadah itu menjadi pusat kegiatan keagamaan warga.

Jamaah mushola cukup banyak dan kegiatan berlangsung rutin. Warga menggelar pengajian, salat berjamaah, dan aktivitas sosial keagamaan lain. Namun keterbatasan air sering menghambat kebutuhan jamaah.

Takmir mushola, Aswan, menyebut mushola kerap menerima droping air dari desa lain saat kemarau. Bantuan itu digunakan untuk wudhu dan kebutuhan dasar mushola. Kondisi ini terjadi berulang setiap musim kering.

Tim LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang turun ke lapangan melihat kebutuhan air bersih di wilayah ini sangat mendesak. Rizki Setiawan menyebut kondisi warga menunjukkan urgensi bantuan sumur bor. Menurutnya, persoalan air di Sabrang Kidul menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. “Warga di sini memiliki kebutuhan riil terhadap akses air bersih. Kondisinya sangat layak menjadi prioritas program sumur bor. Ini bukan hanya soal air rumah tangga, tetapi juga mendukung kebutuhan ibadah dan aktivitas sosial warga,” kata Rizki Setiawan.

Krisis air di Sabrang Kidul menunjukkan persoalan ini bukan masalah musiman. Warga menghadapi kebutuhan dasar yang belum terpenuhi selama puluhan tahun. Padahal air bersih menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Jika sumur bor hadir, manfaatnya akan dirasakan seluruh warga. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan lebih layak. Warga juga tidak perlu bergantung pada sungai saat kemarau.Biaya pembelian air minum juga dapat berkurang. Beban ekonomi warga bisa lebih ringan. Kehadiran sumur bor dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Manfaat lain juga dirasakan oleh Mushola Al Bashit. Jamaah dapat memperoleh akses air untuk berwudhu dan kebutuhan ibadah. Kegiatan keagamaan pun dapat berjalan lebih baik sepanjang tahun.

Sedekah Wujudkan Sumur Air Bersih 

Warga menilai kebutuhan sumur bor sudah sangat mendesak. Kondisi sosial dan ekonomi membuat bantuan ini sangat dibutuhkan. Warga berharap ada perhatian bagi wilayah yang belum tersentuh bantuan.

Bagi masyarakat Sabrang Kidul, air bersih bukan hanya soal kebutuhan harian. Air berkaitan dengan kesehatan, sanitasi, dan keberlangsungan hidup. Air juga mendukung kegiatan sosial dan ibadah warga.

Setelah menunggu 30 tahun, warga masih menjaga harapan itu. Mereka berharap sumur bor dapat menjadi jawaban atas krisis air bersih. Di tengah keterbatasan, warga terus menanti hadirnya sumber air yang layak.

Bagi warga Dusun Sabrang Kidul, sumur bor bukan sekadar pembangunan fisik. Sumur bor menjadi simbol harapan baru. Harapan agar kebutuhan dasar masyarakat akhirnya terpenuhi.

LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mengajak masyarakat ikut menghadirkan solusi melalui sedekah terbaik. Dukungan para donatur dapat membantu mewujudkan sumur air bersih bagi warga Sabrang Kidul. Setiap sedekah yang disalurkan menjadi ikhtiar menghadirkan manfaat jangka panjang. Sedekah untuk sumur bor juga dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Masyarakat dapat menyalurkan sedekah melalui LAZNAS Al Irsyad Purwokerto untuk membantu mewujudkan sumber air bersih bagi warga yang telah menanti selama tiga dekade.